Hidup
adalah bagian dari season yang setiap
bagiannya mengalami perubahan, mulai dari tidak tahu menjadi tahu, mulai dari kecil
menjadi besar lalu muda menjadi tua, bodoh menjadi pintar kemudian berubah
pikun. Dan kemudian hidup berakhir mati atau biasa saya sebut dengan istilah
fase peralihan. Fase peralihan inilah yang membuat kita harus sadar bahwa kita
hidup untuk mati dan kita hidup untuk digantikan oleh generasi berikutnya.
Dalam
fase peralihan ini sering kali ditemukan beberapa hal lucu yang bisa membuat
saya tersenyum atau bahkan sampai tertawa seperti orang gila. Mengapa
demikian?. Dalam hal ini fase peralihan terjadi di saat subjek sebelumnya
(generasi sebelumnya) masih hidup dan tidak siap untuk digantikan sehingga si
subjek berusahan semampunya agar tidak bisa digantikan oleh generasi berkutnya.
Padahal hakikat kehidupan manusia itu adalah untuk digantikan, dan kemampuan
untuk mempertahankan hidup dari fase peralihan ini saya sebut sebagai
pembuktian diri atau istilah yang lebih kerennya saya sebut dengan sebutan
beradaptasi dari lingkungan secara
paksa. Ada orang-orang yang mampu mempertahankan hal itu ada juga yang akhirnya
menyerah dan dengan berat hati tergantikan oleh generasi selanjutnya.
Banyak
hal dalam hidup yang secara hakikat pasti akan terjadi akan tetapi ditentang
oleh orang-orang, seolah-olah hal itu tidak akan terjadi. Mungkin dalam hal ini
manusia bisa di definisikan sebagai makluk munafik, walau pun kata munafik
terdengar sanag tidak enak dan sering dipungkiri karena bisa mengakibatkan hal
yang memalukan. Padahal akan lebih memalukan lagi jika kita tidak bisa mengakui
sifat dari kemunafikan yang kita miliki. [LSJR]