Sabtu, 24 Maret 2012


Hidup adalah bagian dari season yang setiap bagiannya mengalami perubahan, mulai dari tidak tahu menjadi tahu, mulai dari kecil menjadi besar lalu muda menjadi tua, bodoh menjadi pintar kemudian berubah pikun. Dan kemudian hidup berakhir mati atau biasa saya sebut dengan istilah fase peralihan. Fase peralihan inilah yang membuat kita harus sadar bahwa kita hidup untuk mati dan kita hidup untuk digantikan oleh generasi berikutnya.
Dalam fase peralihan ini sering kali ditemukan beberapa hal lucu yang bisa membuat saya tersenyum atau bahkan sampai tertawa seperti orang gila. Mengapa demikian?. Dalam hal ini fase peralihan terjadi di saat subjek sebelumnya (generasi sebelumnya) masih hidup dan tidak siap untuk digantikan sehingga si subjek berusahan semampunya agar tidak bisa digantikan oleh generasi berkutnya. Padahal hakikat kehidupan manusia itu adalah untuk digantikan, dan kemampuan untuk mempertahankan hidup dari fase peralihan ini saya sebut sebagai pembuktian diri atau istilah yang lebih kerennya saya sebut dengan sebutan beradaptasi dari lingkungan  secara paksa. Ada orang-orang yang mampu mempertahankan hal itu ada juga yang akhirnya menyerah dan dengan berat hati tergantikan oleh generasi selanjutnya.
Banyak hal dalam hidup yang secara hakikat pasti akan terjadi akan tetapi ditentang oleh orang-orang, seolah-olah hal itu tidak akan terjadi. Mungkin dalam hal ini manusia bisa di definisikan sebagai makluk munafik, walau pun kata munafik terdengar sanag tidak enak dan sering dipungkiri karena bisa mengakibatkan hal yang memalukan. Padahal akan lebih memalukan lagi jika kita tidak bisa mengakui sifat dari kemunafikan yang kita miliki. [LSJR]