Rabu, 28 Maret 2012


Manusia sering kali dihadapkan oleh dua kemungkinan, salah satunya adalah benar dan salah. Benar dan salah itu adalah dua sisi yang berbeda akan tetapi memiliki banyak persamaan yang terkadang sering kali membuat kita semua tidak bisa membedakan keduanya. Banyak saat ini kebenaran menjadi sebuah kesalahan dalam hidup sedangkan kesalahan malah dinyatakan sebagai pembenaran. Manusia adalah sosok yang tidak luput dari kesalahan, karena manusia adalah sosok yang tidak sempurna. Lalu mengapa sering kali orang-orang menuntut agar kita bisa bertindak tanpa kesalahan?. Jawabnya adalah karena manusia merupakan mahkluk anti salah, merupakan sosok yang tidak mau dipersalahkan, sosok yang haus akan kebenaran, sehingga terkadang melakukan berbagai cara untuk membuktikan bahwa apa yang mereka yakini merupakan sesuatu yang paling benar.
Sikap membuktikan kebenaran itu saya sebut sebagai pembelaan diri atas pendapat yang mereka miliki. Mengutarakan pendapat adalah hak setiap manusia, akan tetapi dalam mengutarakan pendapat pun kita seharusnya memiliki tatakrama yang baik, kebebasan mengutarakan pendapat itu juga memiliki batasan-batasan tertentu, dimana batasan-batasan itu menyangkut sikap sopan santun dalam menghargai orang lain.
Jika seorang manusia sudah bisa melakukan sikap saling menghargai maka, keharmonisan dalam bermasyarakat pun akan terbentuk. Tapi inilah fakta dari kehidupan, kehidupan adalah sekumpulan warna yang berbeda yang dipaksakan membaur menjadi satu walau secara hakikatnya tidak akan mungkin bisa tersatukan. Dan sekumpulan warna yang saling melengkapi inilah disebut dengan keseimbangan dunia.
Bahwa manusia itu hidup untuk manusia lainnya!.
Salam kemanusiaan!.

fb comment box

Tidak ada komentar:

Posting Komentar